Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

DIA#4

  DIA#4 Bolehkah aku mengungkapkannya?      Ini tentang dia yang menjaga hati. Ini bukan hanya sekedar rasa dan bukan juga sekedar ingin memiliki tapi ini tentang bagaimana caranya membuatmu juga memiliki rasa ingin memiliki diriku. Aku yakin rasa ku ini kau sudah tahu tapi aku tak pernah tahu bagaimana rasa yang kau miliki terhadapku.      Dimatamu penuh dengan sosok sempurna dan aku sadar aku takkan pernah ada disana. sikapmu seakan ingin aku datang tapi pandanganmu seakan membuatku harus pergi jauh. Lalu apa yang harus aku perbuat? Memilih pergi atau memilih tetap diam?       Dari pertanyaan itu seolah jawaban semua itu seakan baik-baik saja agar kau tak pergi dan tetap disampingku. Lagi-lagi aku harus mengikuti egoku yang memilih pura-pura tidak tahu yang sedang terjadi dan  memilih untuk bungkam.   

KENANGAN SENJA

Kenangan Senja Tempat dimana semua cerita kita awali.       Menatap langit senja sembari tersenyum sebab kagum atas indahnya langit saat itu. Udara semakin lama semakin sejuk tanda malam sebentar lagi akan tiba. Tapi kita tetap berdiri terpaku menatap langit menunggu matahari tenggelam. Saat itu kita saling berpegangan tangan, saling menguatkan dan saling percaya hal baik akan terjadi di esok hari. Semua telah berubah bagai kayu yang menjadi arang, kenangan hanya tinggal kenangan. Sulit melupakannya seperti aku harus mengingat tempat yang tak pernah aku kunjungi.      Hari demi hari aku lewati demi janji yang harus kutepati pada sore itu. Dimana aku berjanji untuk percaya hal baik akan terjadi. Disaat aku termenung, aku dikagetkan oleh suara kicauan burung yang seakan-akan menyemangatiku dan membuatku tersadar ada hari indah yang tetap harus ku jalani walau kau tak disampingku.   

HARAPAN

  HARAPAN Kenapa semesta mempertemukan kita? Hingga akhirnya perpisahan menjadi jarak diantara kita. Kenangan yang kian merambat otak menjalar ke setiap organ hati lalu bereaksi menjadi sebuah kerinduan yang tak sempat tersampaikan. Malam menutup perjumpaan, detak jantung yang tidak karuan bermetamorfosa menjadi sebuah nyanyian keheningan. Diam sunyi, kembali pada sebuah ingatan kecil dalam peristiwa masa lalu. Ketika hati mulai menyerah, resah dan berputus asa datang sosok mentari yang membawa cahaya pelangi.  Menghiasi kesunyian malam pada waktu itu. Sore melirik malam tanda harus pulang. Senja pamit bersama dengan sebuah harapan baru.